Senin, 07 Desember 2020

Review Menstrual Cup Momi Homi

 Assalamualaikum pembaca semuanya. apa kabar nih. Sebelumnya terima kasih loh sudah mampir di blog ini. Oh iya aku minta maaf buat reader yang sudah mampir baca blog aku dan ninggalin komentar tapi ngga kebalas. ๐Ÿ˜ ambil aja yang sekiranya bermanfaat. Tapi buat yang mau ada pertanyaan atau interaksi lainnya silahkan mampir aja di Fb aku Cleopatra Xenacha. 

Postingan kali ini aku mau kasih info buat kalian para ladies yang mulai beralih ke Go green dengan mencoba memakai menstrual cup sebagai ganti tampon,  dan atau pembalut sekali pakai. Sama seperti aku yang udah terpikirkan ingin mengganti pembalut sekali pakai ini. Menjadi sesuatu yang tidak bikin limbah lingkungan semakin banyak. 

Awalnya tahun 2018, saat itu aku terpikirkan untuk mau mengganti pembalut lokal jadi memakai tampon yang bentuknya silinder dan di sumpelin ke dalam liang cervix organ intim wanita. Tapi pada tahun itu, aku masih maju mundur karena takut kecolok bagian hymen (selaput dara) yang buat robek atau sebagainya. Apa lagi tahun itu masih lumayan tabu ya untuk jomblowati pakai produk itu. Apalagi menstrual cup yang bentuknya kayak lonceng berdiameter 5cm dimasukin ke dalam vagina? Keraguan itu masih menggelayut di hati aku meskipun keinginan aku untuk mencari solusi simple untuk kebutuhanku semakin besar. 

Akhirnya aku googling dah tada... menstrual cup saat itu harganya masih di atas setengah jutaan semua ๐Ÿ˜‚. Ow jiwa misqueen ku meronta. akhirnya keinginan itu terkubur dan baru terwujud di tahun ini setelah aku menikah dan melahirkan. ๐Ÿ˜ Note ya... aku lebih pede dan yakin mau pakai menstrual cup karena keraguan itu sudah ga penting lagi.

setelah aku cari di online shop, tentunya banyak banget pilihan merek yang disuguhin saat itu. salah satunya adalah merek Momi Homi ini. 


sebelum baca lebih lanjut, aku mau reader  pahamin dulu, saat aku buat tulisan ini, aku baru coba satu kali siklus haid. 

So, kelanjutannya, saat itu aku ngga baca dulu review dari google atau Youtube karena emang ga ada reviewnya. Tapi, Saking yakinnya mau beli mataku ini tertarik dengan review para pembeli di online shop itu. Rata rata hampir 85% semuanya kasih bintang full karena oke aja sama produknya.

Untuk Produk Menstrual cup Momi Homi ini, diklaim pedagangnya memiliki teknologi Jepang dengan kualitas berbahan silicon medical Grade yang antil alergi. Dengan Harga di bandrol sekitar 60~85 ribuan ๐Ÿ‘€produk ini bisa dibilang termurah kedua yang kulihat di online shop saat itu. 

Akhirnya aku beli aja produknya. Pada saat aku beli itu belum dapat haid ya. Baru sebulan kemudian aku coba pakai.

kenapa aku berani pilih yang murah banget untuk awalan? aku pikir mencoba ga ada salahnya karena aku akan membeli menstrual cup merek lain sebagai perbandingan.

Saat pertama kali mencoba. Ehm. buat aku itu sih ngga susah ya. Karena aku sudah pernah mengeluarkan yang lebih besar dari menstrual cup itu (read: Orok). Meski begitu ya awalnya agak kagok kalau liat ukuran lingkaran cupnya. Cup yang aku beli itu ukuran L alias Large. 



setelah aku cuci bersih, lalu ku rebus untuk sebelum kupakai pertama kalinya. Aku mencoba melipat Cup nya sampai membentuk seperti Tulip kayak gini.



kenapa aku coba bentuk tulip yang munjung runcing? karena lebih mudah masuknya. Lalu ya benar aja, si cup ini masuk meluncur ke dalam lalu membuka sendiri. Ngga berasa!! bedanya sih cuma kalau ujungnya ditarik itu, berasa kayak narik alat vakum  yang nempel ke dalam. Etapi,,,, kamu ga bakalan narik narik itu juga kan ? :< 

dua jam pertama oke aja. tapi rasa ga nyaman mulai muncul, karena si batang yang kepanjangan dan menggesek bagian luar Vag. jadi baru tiga jam pakai, sudah aku keluarin untuk ku potong ekor lebihnya.

Cara ngeluarinnya juga gampang aja sih. Aku jongkok, dan sedikit menarik udara dari hidung trus tahan udara sambil seolah sedang ngeden tapi dari perut depan. Tanganku sebelah lagi kupakai untuk memencet ujung cup nya dan tadaa... dia keluar sendiri. rasanya sedikit ada sensasi kram but its really ok buat awalan pake. Jauh lebih baik dan lebih nyaman daripada pakai pembalut yang bikin lembab dan lepek dibagian vagina kita.

oiya, setelah aku potong sedikit ujung ekor cup nya dan kupasang kembali (setelah dibersihkan ulang tentunya), akhirnya rasanya sempurna kayak gak pake apa-apa. No lembab, No lepek, No bocor, No leaking.  

Buat aku, ini worth untuk dicoba. Dengan harga segitu 

  • sangat bisa menghemat pengeluaran ๐Ÿ‘ 
  • Minim sampah๐Ÿ‘ 
  • membantu bersihin lingkungan๐Ÿ‘ 
  • nyaman ga bocor๐Ÿ‘ 
  • anti lepek anti ngezombi tengah malem๐Ÿ‘

Oiya buat kamu yang mikir, takut nyoba karena ini produknya "MURAH BINGIT". Itu pilihan kamu ya. Sebab, mau pakai yang murah atau yang mahal, kalau kamu makenya ga pas, akan sama aja muncul rasa kram saat makenya. 

Sementara untuk efek samping karena kualitas bahan atau sebagainya, aku pribadi ngga ragu karena kualitas jepang untuk produk bagus pun kadang biasanya emang selalu low price. Still, lower than US product. 

catatan juga buat yang pertama kali make, sebaiknya pilih menstrual cup yang bahannya lebih tebal biar lebih mudah balik ke bentuk cup saat alatnya sudah masuk ke dalam Vag. kita.

Demikian ulasan singkat aku tentang menstrual cup merekin Momi Homi ini. kalau ada yang mau tanya lebih lanjut, silahkan ketik di kolom komentar aja ya.

see you on the next post๐Ÿ˜. 

Senin, 15 Januari 2018

KISAH TELADAN MUSLIMAH PENGUKIR SEJARAH ZAMAN RASULULLAH SAW (Rithah binti Abdullah)


RITHAH BINTI ABDULLAH
Bekerja Keras dengan Tangannya Sendiri dan Menafkahi Suami serta Anak-Anaknya

Sejarah telah menuliskan untuk kita kisah-kisah para wanita yang tidak pernah melupakan akhirat di tengah kesibukan duniawinya, karena bagi mereka dunia ini hanyalah ladang yang akan membantu mereka untuk mendapatkan hasil panen di akhirat. Salah satu di antara mereka adalah Rithah binti Abdullah, atau Zainab Ats-Tsaqafiyyah binti Abdullah bin Mu’awiyah Ats-Tsaqafiyyah, istri dari Abdullah bin Mas’ud. Ada yang mengatakan Ra’ithah, ada juga yang mengatakan bahwa namanya adalah Zainab, sedangkan Ra’ithah adalah nama panggilannya. Ada juga yang mengatakan bahwa Rithah adalah istri lain dari Abdullah bin Mas’ud.

Di antara kisah yang diriwayatkan tentang dirinya adalah bahwa dia adalah seorang wanita yang mahir dalam bidang kerajinan tangan, sedangkan Abdullah bin Mas’ud, suaminya, tidak memiliki harta, sehingga dia harus menafkahi suami dan anaknya dari hasil pekerjaannya, akan tetapi dia merasa khawatir tidak akan mendapat pahala dari perbuatannya tersebut, sementara suami dan anak-anaknya benar-benar telah menyibukkannya sehingga dia tidak dapat bersedekah yang tujuannya mengharapkan ridha Allah.

Maka dia pun bersegera pergi menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam untuk mencari tahu sedekah apakah yang paling baik, apakah sedekah kepada suami dan anak-anak, ataukah kepada orang lain? Dia pun bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal tersebut, maka dia berkata, “Sesunggguhnya aku adalah seorang wanita yang memiliki keahlian dalam bidang kerajinan tangan, lalu aku menjual hasilnya. Sedangkan aku, anakku, dan suamiku tidak memiliki apapun. Sementara mereka selalu menyibukkanku sehingga aku tidak dapat bersedekah. Apakah aku akan mendapat pahal dari memberikan nafkah untuk mereka?” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Engkau akan mendapatkan pahala dari hal tersebut selama engkau menafkahi mereka. Maka berikanlah nafkah untuk mereka”. Di dalam hadits shahih pun disebutkan riwayat dari Abu Mas’ud Al-Anshari R.A , dari Nabi SAW yang bersabda:

ุงِุฐَุง ุงَู†ْูَู‚ُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُ ู†َูَู‚َุฉً ุนَู„َู‰ ุงَู‡ْู„ِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุญْุชَุณِุจُู‡َุง ูƒَู†َุชْ ู„َู‡ُ ุตَุฏَู‚َุฉً
Apabila seorang muslim menafkahi keluarganya, dan dia melakukannya karena Allah, maka dia akan mendapatkan pahala sedekah”.

Seorang wanita mukminah yang shalihah, dia akan selalu bersemangat untuk melakukan setiap perbuatan yang menghasilkan pahala, karena ia selalu mengharapkan apa yang ada di sisi Allah, dia juga senantiasa berharap afar dunianya menjadi lading untuk akhiratnya, sehingga dia selalu berusaha agar setiap perbuatannya –walaupun bersifat duniawi- akan mendapatkan pahala di sisi Allah, sebab apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal. Demikianlah seorang wanita mukminah meniatkan segala perbuatan untuk mencari keridhaan Allah semata.

Maka jadilah seperti itu, wahai saudariku. Jadikanlah harimu, makanmu, minummu, pekerjaan rumahmu, penjagaanmu terhadap hartamu dan suamimu serta anak-anakmu, jadikanlah semua itu karena Allah; karena “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niat”. Maka ikhlaskanlah niat karena Allah dalam setiap perbuatan, dan carilah pahala di sisi-Nya sehingga Allah akan melimpahkan keberkahan kepadamu dalam perbuatan tersebut, sehingga kelelahanmu di dunia akan menghasilkan pahala di sisi Allah. Betapa indahnya bahasan ini, sesungguhnya ia adalah surge yang luasnya seluas langit dan bumi dan dipersiapkan untuk orang-orang yang memenuhi panggilan Allah. Allah SWT berfirman :
 ูˆَุณَุงุฑِุนُูˆุง ุฅِู„َู‰ ู…َุบْูِุฑَุฉٍ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَุฌَู†َّุฉٍ ุนَุฑْุถُู‡َุง ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชُ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถُ ุฃُุนِุฏَّุชْ ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ

 “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga seluasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”. (Ali-Imran :133)

(sumber tulisan berasal dari Isra binti Arafah, Ummu.2017.66 Muslimah Pengukir Sejarah.Aqwam media Profetika.Jakarta.)


Tambahan untuk penyejuk hati bagi kaum perempuan jaman sekarang yang tengah berjuang sendirian untuk kebahagiaan keluarganya. Bersabarlah. Ikhlaskan karena Allah ta’ala.
 ูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َูƒَ ู…َุงุฐَุง ูŠُู†ْูِู‚ُูˆู†َ ู‚ُู„ْ ู…َุง ุฃَู†ْูَู‚ْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„ِู„ْูˆَุงู„ِุฏَูŠْู†ِ ูˆَุงู„ْุฃَู‚ْุฑَุจِูŠู†َ ูˆَุงู„ْูŠَุชَุงู…َู‰ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†ِ ูˆَุงุจْู†ِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ ูˆَู…َุง ุชَูْุนَู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِู‡ِ ุนَู„ِูŠู…ٌ
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”. (Al-Baqarah :215)
---------------------------------


Sabtu, 19 Maret 2016

Catatan Pengobatan Tumor Pembuluh Darah - Pindah Faskes BPJS



Assalamualaikum..

Selamat datang kembali. Catatan kali ini akan membahas mengenai perjalanan proses pengobatan Tumor Pembuluh Darah yang Saya miliki. Awalnya males juga mau nulis hal beginian, tapi kurasa mungkin dari sekian juta penduduk indonesia ada juga yang mengalami hal serupa denganku. Mungkin juga akan ada yang termotivasi atau paling ngga ada gambaran harus berbuat apa.

Cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, tentang"Hemangioma dan Cara Pengobatannya".

CharuBioUnindra


Jadi kisahnya aku sudah mulai menjalani pengobatan dari RS Fatmawati. Catatan terakhir dokter bilang bahwa penyakit ini sulit untuk diangkat tanpa menimbulkan efek samping. Sebab lokasi tumor ada di dalam pembuluh darah dan terletak di telapak kaki!!  Mulai dari bulan maret 2015 lalu lanjut cek MRI di bulan Juni. Hasilnya seperti gambar lampiran disini.
Lalu setelah hasil MRI keluar dokter memberikan saran untuk suntik dulu selama setahun sampai posisi tumor membulat atau mengeras dan apalah namanya intinya lumayan lama prosesnya sampai proses pembedahan. Karena obatnya tidak ada di RS Saya harus mencarinya sendiri di Toko Pramuka khusus obat dan menyimpanya di tempat yang dingin. Sekitar sebulan Saya simpan obat itu di kulkas sampai tiba waktunya kembali ke RS untuk suntik pertama kalinya di bulan November. Disana yang suntik oleh dokter yang berbeda lagi. Mungkin saking kelamaannya balik, ada sekitar lima bulan dari cek terakhir. Karena alasan kerja dan banyak hal yang buatku kesulitan kembali ke RS. Di bulan Juli-agustus aku mengalami kecelakaan dan Tipes pula.

Lalu dari November 2015 lalu sampai awal maret 2016 Saya baru mulai mengurusinya lagi. Ternyata surat pengantarnya sudah tidak berlaku.

Ya tentu saja!! Sudah setahun dari terakhir berobat. Beruntung pihak BPJS di RS fatmawati mengijinkan Saya sekali untuk kontrol kembali. Sayangnya, saat namaku dipanggil, dokter yang hadir bukanlah dokter yang seharusnya menanganiku. Saya sangat kecewa. Sebab sebelum datang ke RS sudah kutelpon itu bagian informasi mengenai kehadiran dokter Elida Sari. Akhirnya Saya pulang dengan tangan hampa. Suster dan dokterpun menyarankan aku untuk pindah Faskes karena lokasi tempat Saya kerja dan tinggal sangat mengganggu proses pengobatanku.

Well.... Harus kuakui. Memang antrian di RS fatmawati itu benar-benar parah. Pergi pagi buta dapat antrian dan penanganan sehabis zuhur. Kadang perginya baik-baik saja, pulangnya bisa masuk angin atau flu.

Rabu, 9 maret 2016
Hari terjadinya Gerhana Matahari. Semua siswa dan karyawan di sekolah melaksanakan sholat gerhana matahari. Berhubung Saya libur kerja- memang jatah liburku sedang jatuh di hari rabu. Saya keluar untuk mengurusi perpindahan faskes di BPJS. ndilalah.... Saya tidak lihat kalender kalau itu hari Raya Nyepi
Akhirnya diundur lagi.

Jumat, 11 maret 2016
Pergi ke kantor BPJS di Jl. tekno BSD. Ambil antrian, menunggu sampai tiga jam, setelah namaku dipanggil. Duduk manis, ditanya keperluannya. Diminta kartu BPJS dan KTP saja. Lalu sret... Sret.. Sret... Semua proses ngga sampai 1 menit dari sang operator memanggil. Lalu jadilah kartu BPJS faskes yang terbaru. Hasil print warna hitam putih.
Katanya sih mau diganti jadi kartu mirip ATM gitu... Ya begitu aja.. Cepet prosesnya... Lama bangeeeeet antriannya.

Saat itu juga langsung cuuuus..... Ngacir ke klinik Amira di kencana loka, minta surat rujukan lagi untuk ke RS. Disana diminta fotokopi rekam medis dan kartu bpjs dan ktp saja. Jadi saat itu aku kasi dokternya hasil MRI dan voilla... Jadilah surat rujukan baru dan di rujuk ke RS Bunda Dalima.


Senin, 14 Maret 2016
Pergi ke rs bunda dalima. Disana langsung ke bagian pendaftaran dan menunggu panggilan di poli bedah hampir 3 jam karena dokternya belum tiba.. Yah... Problematika RS kalau dokternya juga bisa super telat. Janjinya jam 10 hadir.. Baru muncul jam 11.20 siang. .. Padahal nomor antrianku nomor 2.
Setelah dicek telapak kakiku, dokter disitu menyarankan aku untuk pindah rujukan lagi. Beliau bilang kenapa aku harus datang ke RS tipe C kalau sebelumnya sudah dapat tipe A (maksudnya RS Fatmawati).. Endingnya Saya disuruh balik lagi keesokan harinya hanya untuk mengambil surat rujukan. Entah kenapa harus seharian begitu nunggunya . Rada kecewa juga.. Antri lama banget. Dokternya telat banget. Dapet surat rujukan mesti nunggu sehari... Untungnya penyakitku bukan yang harus langsung ditangani..

Review RS Bunda Dalima... Kurasa bisa disebut selevel dengan puskesmas Rawa buntu....

Selasa, 15 Maret 2016
Ambil surat rujukan dan langsung di fotokopi. Buat jaga jaga aja.....

Rabu, 16 Maret 2016Masih dalam nuansa libur kerja dan On Going. Oh ya, rujukan dari RS bunda dalima ending nya ke RS medika BSD. Agak kaget juga tapi yah dokter lebih tau kualitas dan kemampuan dokter lainya. Saat ini kerjaanku ya hanya mengantri mengantri dan mengantri untuk diliat liat kakinya. belum ada penanganan karena detik ini saya membuat catatan ini pun masih mengantri. Entah seperti apakah nanti treatment dari dokter Aufia Hud Nainggolan, SpB, FINACS .

Tutup catatan 10.30 am

Bersambung......

Buka catatan 13.00

Setelah sekian lama ngantri dan ketemu dokternya, rupanya beliau adalah dokter yang dari RS Bunda Dalima yang merujuk q ke RS Fatmawati. Beliau agak terkejut ketika mengetahui Saya malah dirujuk ke RS Medika BSD. Akhirnya setelah lama lama ngantri, disitu dibuatkan lagi rujukan ke RS.Fatmawati.

Ya Allah.. Kalau ngga sabar sabar amat udah nyerah aja deh..
Setelah dibagian administrasi terima surat rujukan,  disuruh ke bagian BPJS lagi.
Alasannya untuk validasi surat rujukan.

Daaaaaaaan Saya disuruh balik besoknya jam 11 siang.
Pada intinya ngurus surat rujukan aja sampai makan waktu seminggu. T__T

#istighfar... Istighfar... 


Selasa, 09 Februari 2016

pengalaman pertama Makan Natto

Salam sejahtera untuk pembaca blog.
Pada kesempatan kali ini charu mau post tentang pengalaman pertama makan natto.

Well.. Natto pertama yang aku coba itu natto yang kubeli dari AEON Mall di supermarketnya. Saking penasarannya dengan rasa natto asli jepang. Bagi yang beragama islam, harus betul betul teliti dalam membelinya. Merek terakhir yang kubeli belum ada label halalnya.
Payahnya aku sadar saat natto itu sudah dimakan dua suap. :v
At least... Berdasarkan bahan-bahan baku dari natto tsb ( yang mereknya pas banget ngga aku foto,  warna bungkusnya orange dengan tulisan BACCHAN kalau tidak salah ingat) kedelainya masih aman. Yang tidak boleh dimakan itu bumbu dari natto nya, yaitu mustard dan saos kecapnya. Karena di keduanya terdapat kandungan alkohol.

Bener-bener penasaran dengan makanan yang satu ini sampai ngga ngeh kalau itu ternyata haram dimakan (buat muslim. Karena ada dua kotak, satu kotak yang dah terlanjur dicampur bumbunya, kubuang. Sementara yang satunya lagi kucampur dengan mustard merek maestro dan kecap ikan fina.

Mau tau penampakannya?
Ya mirip banget dengan kacang kedelai yang berlendir.

Rasanya... Hm... Hambar... Masih sedikit ada rasa kacang kedelai rebus berlendir.

Yang jelas, natto lebih enak dimakan dengan nasi.
Rasa asin gurih dari kecap ikan dan penetral dari mustardnya, membuat natto jadi terasa lebih enak. Waktu itu saya coba campurkan dengan kuning telur setengah matang, dan rasanya better lah.... Tapi itu masih tergantung pribadi masing2 sih. Bahkan orang jepang asli pun ngga semuanya suka dengan bau dan rasanya ^^v

Nah,, buat kamu yang masih penasaran..
Semoga tulisanku kali ini bisa jadi deskripsi yang cukup untuk kalian.

Thanks for reading.. ^^v

Minggu, 10 Januari 2016

Anti galau.

Pada masa dulu kala, tatkala ada warna hadir dalam ruang kosong yang berantakan, angin berhembus melambai lambai isi ruangan.
Ruang kosong itu pernah tercipta dari dua tangan manusia penuh harap, pernah ia redup, terang, berantakan, redup, lalu terang lagi saat menemukan cat indah yang melukis warna terang dalam ruang tersebut.
Seakan kebahagiaan itu tercipta disebabkan oleh warna indah yang melukiskan berbagai ukiran kompleks juga sederhana. Terkadang ia berwarna merah jambu, biru, putih, pernah juga berwarna kelabu.
Warna itu bertahan dalam kualitasnya selama satu windu ditambahkan 5 tahun lamanya.
Sampai suatu ketika, di pertengahan tahun, di musim panas, di masa tawa riang anak usia 6 tahun menikmati masa belajar di sekolah barunya, badai datang.
Laksana kathrina, badai yang menghapus jejak berkerak.
Gemuruh itu perlahan teredam oleh cahaya Illah dari lapisan langit entah keberapa. Seperti sebuah hidayah yang menyadari pendosa dalam lubang kesalahannya.
Para pembangun bergotong royong berkontribusi memperbaiki ruangan itu. Mencoba menyelamatkan ruang berharga milik seseorang yang bagi - salah satu pelukis- itu tak berharga.
Sudah.. Ruang itu kembali kosong. Tanpa warna. Kembali terbentuk meski tidak dalam posisi sempurna. Seperti pada saat sebuah kata tercipta "Bahwa aku akan baik-baik saja".

@ICM.SCH.BSD
11 Januari 2016
“Maka nikmat Tuhan manalagikah yang engkau dustakan”.

Minggu, 08 November 2015

Belajar Bahasa Thailand Sederhana - Membiasakan sapaan sederhana

Assalamualaikum wr. wb.

Sawastdee Kha khun blogger
Apa kabar kamu? semoga sehat dan bahagia disana ya.
Postingan kali ini melanjutkan pelajaran sebelumnya yang mempelajari tentang angka dan berhitung dalam bahasa Thailand. Kali ini saya akan mengajak kamu berkenalan langsung dengan penduduk setempat dengan kata sapaan sederhana.
check it out!

Kata Ganti

1.  Chan / Phom = Saya

Kata ‘chan’ dipakai oleh perempuan sementara ‘phom’ dipakai oleh laki-laki.

2.  Khun = kamu
3.  khao  = kalian/dia (pr/lk)
4.  Rao    = kami

Permulaan perkenalan

1.  Sawastdee เธชเธงัเธชเธ”ี kha/khab = Selamat Pagi/siang/sore

kata ini umum digunakan untuk sapaan awal dan bisa digunakan dalam kondisi kapanpun. Namun umumnya, muslim Thailand lebih banyak menyapa dengan kata Assalamualaikum, sementara yang lainnya tetap menggunakan kata tersebut.

2.  Arun Sawad เธญเธฃุเธ“เธชเธงัเธชเธ”ิ์ = Selamat pagi
3.  Sabaidi mai เธชเธšเธฒเธขเธ”ีเน„เธซเธก = Apa kabarnya?

Kata ‘sabaidi’ (kabar baik) dan ‘mai’ (tidak) merupakan kalimat sapa umum disana. Saya pribadi selalu mendapat sapaan seperti ini di sekolah oleh rekan kerja dan murid-murid juga teman Thailand saya ketika kami berjumpa. Maka setelahnya kamu bisa menjawab dengan kalimat ร 

4.  Chan Sabaidi เธ‰ัเธ™เธชเธšเธฒเธขเธ”ี = kabar saya baik
5.  Chan Mai di / Mai sabai = Tidak baik

Kata ‘mai sabai’ lebih sering dipakai untuk mengungkapkan kondisi kamu apabila kamu sedang tidak enak badan, atau sedang bersedih, atau dalam kondisi yang memang tidak kamu sukai. Sementara ‘mai di’ bisa dipakai untuk kalimat umum lainnya apabila kamu mengalami/melihat/merasakan yang tidak baik.

6.  yin dhi ti dai ru jak = senang berkenalan denganmu

7.  Khob khun mak kha/khab = terima kasih banyak

8.  kin khao leaw yang? = sudah makan belum?
9.  Pai kin khao mai kha/khab? = Pergi makan yuk

Kata ‘pai’ (pergi) ‘kin’ (makan) ‘khao’ (nasi) ‘leaw’ (sudah) ‘yang’ (belum). Orang-orang Thailand biasa mengajak atau bertanya apakah seseorang sudah atau mau pergi makan dengan kata ‘khao’ ini. Jadi mau pergi makan spaghetti, nasi goreng, seafood, steak, atau apapun itu, tetap menggunakan ‘khao’. Oh iya, kata ‘khao’ sendiri kalau disebut secara terpisah dan dengan intonasi yang berbeda, maka artinya pun akan berbeda pula. ‘khao’ bisa berarti putih, mereka, dia, dsb. Jadi ucapkanlah dengan biasa dan lancar saat menanyakan hal ini.






Belajar Bahasa Thailand sederhana - Mengenal Angka

Assalamualaikum wr. wb.


Minna, Genki desuka? postingan kali ini saya akan membagi ilmu pengetahuan berdasarkan pengalaman saya selama  di Thailand. Well, sebagai orang asing yang datang ke Negara asing dimana bahkan bahasanya sendiri saja baru dengan tulisannya melingker-lingker seperti uler di pager(?)  tanpa seorang tutor terasa sulit sekali. Beruntung karena profesi saya sebelumnya sebagai guru di salah satu sekolah negeri di kota Phang-nga, saya dibantu oleh beberapa rekan kerja di sana untuk mempelajari bagaimana bercakap-cakap dengan kata sederhana pada warga Thailand.

Perlu diketahui, bahwa bahasa Thailand adalah bahasa nada. Dalam setiap pengucapannya ada nada tertentu yang mengikuti yang berarti menunjukkan arti tertentu. Saya pernah mengalami hal memalukan saat mengajar di kelas ketika mengatakan "kii" (yang saya pikir artinya 'Berapa') tapi sontak murid saya tertawa terbahak-bahak. Rupanya kata "kii" yang diucapkan dengan nada tertentu bisa berarti 'poop'. 

Tapi jangan khawatir dengan kosakata yang akan saya bagikan ini. Karena ini adalah kalimat yang paling mudah diucapkan dan dipahami baik oleh mereka, maupun kamu. Berikut step-by-step bahasa yang harus kamu kuasai saat berada di Negeri Gajah Putih ini.

  • Mengenal hitungan angka
Kenapa saya merekomendasikan pertama kali untuk menghapal angka dalam pelajaran kali ini? sebab saat seorang turis datang pertama kali, yang terlibat dengan mereka adalah sebuah harga. Yup! harga taksi, harga belanjaan, harga tempat tinggal dll. Saya menulis ini dengan menyesuaikan lidah Indonesia yaa.....

satu             = Neung (bacanya seperti melafalkan huruf 'e' pada 'e'mpat)
dua              = Song (huruf 'o' dibaca agak panjang 2 harkat)
tiga              = Sam
empat          = Si
lima             = Ha
enam            = Hok
tujuh            = Ced (seperti 'e' dalam kata 'cendol')
delapan         = Ped
sembilan       = Kao
sepuluh         = Sib
sebelas          = Sib ed ('e' seperti kata 'enak')
dua belas       = Sib song
tiga belas      = Sib sam
dua puluh       = yi sib
tiga puluh       = Sam sib
tiga puluh dua = Sam sib song
empat puluh    = Si Sib
seratus            = Neung Roy
Seratus satu     = Roy Ed
Seratus dua      = Roy song
seratus tiga      = Roy sam
123                  = Neung Roy yi sib sam
200                  = song roy
seribu               = Phahn
1.120               = neung phan neung roy yi sib
10.000             = neung meun
11200               = neung meun neung phahn song roy
100000             = neung sean 

perhatikan!  untuk angka 2 dan 20 dan kelipatan 2 lainnya tidak sama. 
sekarang mari kita latihan menghapal dengan melafalkan angka-angka tersebut. Tulis di kertas dan ucapkan . \\(^0^)// Ganbatte!

jangan lupa share pengalaman kamu di komen yaaa. thanks a lot

Sabtu, 13 September 2014

Cara Membuat PASSPORT

Cara membuat paspor
Assalamualaikum wr, wb.
Moshi-moshi minna.. \(^0^)/ , ogenki desuka?

Kali ini charu mau share pengalaman sewaktu pertama kali membuat paspor. Jadi ceritanya saya udah lama banget mau buat paspor. Tapi karena ngga ada motivasinya, jadi ngga dibuat-buat deh. Sampai pada suatu ketika, ada kabar bahwa saya diterima mengajar menjadi guru di sekolah Deebuk Phang nga Wittayayon School. Ituloh…. Sekolah negeri untuk kelas SMP dan SMA di kota Phang nga, Negara Thailand. Asiik.. hehehehe… (pamer dikit).

Jadi ceritanya karena saya ngga mau kena tipu dan malu-maluin, saya selalu mempelajari hal baru dari internet alias mbah google untuk membaca pengalaman orang lain dalam membuat paspor untuk menambah wawasan aja sebelum bertindak.

Pada dasarnya, membuat paspor tidaklah serumit dan seribet apa yang kebanyakan orang pikirkan. Sampai pake calo segala. Saya pikir tidak perlu kalau saja seandainya anda mau mempelajarinya sedikit. Kantor imigrasi pun memberikan pelayanan yang sangat baik kepada saya waktu itu.

Oke. Kita lanjut ke intinya saja.

        Ada dua cara untuk membuat paspor:
  • Secara manual, alias datang langsung ke kantor imigrasinya
  • Secara online, daftar online dulu, bayar ke bank, baru ambil paspor ke kantor imigrasi.
Proses yang ingin Charu jelaskan adalah secar online. Pelajari baik-baik langkah pembuatannya berikut ini:

  1.  Sebelum online, sebaiknya anda menyiapkan berkas yang sudah di-scan dan disimpan dalam format JPG dan diubah menjadi  warna GRAYSCALE (ini penting!). Berkas ini sangat penting untuk diunduh ke website resmi kantor imigrasi. Adapun berkasnya sebagai berikut:
  • Scan kartu Tanda Penduduk
  • Scan kartu keluarga
  • Scan ijazah terakhir / akta kelahiran / surat nikah / sertifikat keterampilan pribadi.

CATATAN: semua format gambar disimpan dalam JPG dan berwarna Grayscale.
      
Buka website http://www.imigrasi.go.id lalu klik layanan public dan pilih Layanan Online kemudian klik layanan paspor online.
 
Setelah terbuka halaman baru, pilih Pra permohonan Personal. Setelah terbuka halaman formulir, pilih Paspor Biasa pada tab Jenis Paspor kemudian pilih 48H perorangan (jika paspor anda hanya untuk berkunjung atau rekreasi) dan pilih 24H perorangan (jika anda akan menjadi TKI. Kalau kemarin saya sih pilih paspor 48H perorangan, soalnya kontrak kerja saya tidak lama. 
 
Lalu setelah itu isi form yang ada di bagian kanan sesuai dengan data yang ada pada KTP anda. Karena anda baru mau buat, jadi isi data yang sesuai ya :) Kalau sudah selesai mengisi form, klik lanjut. Oh iya! PENTING! Pastikan anda mengisi kolom email aktif anda karena mereka akan mengirimkan pesan konfirmasi via email.
 
 Di halaman setelah form, kali ini anda diharuskan meng-upload semua dokumen yang sudah di scan sebelumnya. Upload dokumen berdasarkan jenisnya sesuai dengan kolom yang disediakan. Kalau sudah selesai klik Lanjut.
 
Nanti akan muncul kode verifikasi. Anda tinggal mengetikkan ulang saja kodenya lalu klik OK
 
Setelah itu akan muncul halaman Bukti Permohonan. Nah anda harus mencetak bukti permohonan tersebut untuk dibawa ke kantor imigrasi. Disana akan ditentukan hari dan tanggal anda untuk di wawancara di kantor imigrasi. Jangan takut, mereka hanya mencocokkan data yang anda upload dan mengambil foto anda saja kok. Nanti di sana tertulis nominal dan tempat pembayaran pembuatan paspornya. Waktu itu saya diminta pergi ke bank BNI dan membayar di bank tersebut sebesar Rp 260.000, biaya tersebut sudah termasuk biaya administrasi bank dan pendaftaran pembuatan paspor. 
 
Karena saya sedang tergesa dan harus sesegera mungkin menyelesaikan pembuatan paspornya, maka saya mengambil jadwal wawancara terdekat. Hanya selang dua hari dari jadwal saya mendaftar secara online. Tapi kalau saran saya, sebaiknya daftar onlinenya hari minggu, pergi ke bank hari senin bisa langsung ke kantor imigrasinya dan hari jumat bisa selesai.
 
Setelah membayar di bank dan tiba waktunya wawancara, jangan lupa membawa semua berkas asli yang telah anda upload sebelumnya. Saran PENTING sebaiknya fotokopi semua berkas ke dalam ukuran A4 dua kali. Sebab waktu itu saya harus membayar sangat mahal untuk foto kopi KTP dua lembar saja =_=. Oh iya, untuk fotokopi KTP, biarkan kopian KTP anda tercetak dalam kertas A4. Tidak usah dipotong!

CATATAN.
1.       Sewaktu mengisi formulir permohonan, berhubung saya tinggal di Jakarta Selatan, jadi saya memilih wawancara di kantor imigrasi yang terletak di wilayah Jakarta selatan. Posisinya ada di dekat perempatan mampang. Setelah saya datang ke kantor imigrasi, mengantri kartu antrian di lantai dua, lalu menunggu panggilan untuk di foto dan verifikasi data. Selanjutnya saya menunggu empat hari kerja untuk mengambil paspornya. Jangan lupa untuk menyimpan dengan rapi semua bukti berkasnya karena itu sangat penting.
2.       Karena ingin di foto, biar hasilnya memuaskan, sebaiknya anda memakai pakaian yang rapi dan resmi. Untuk laki-laki sebaiknya dengan kemeja.
3.       Untuk menghindari antrian, sebaiknya datang lebih sebelum jam 9.
4.       Untuk pembuatan paspor secara manual, anda cukup datang langsung ke kantor imigrasi, mengantri di pagi hari dengan antrian yang panjang dengan membawa dokumen yang sama seperti catatan di atas. Kelebihan pembuatan paspor secara manual adalah, anda tidak perlu online dan men-scan data anda. Tapi kekurangannya adalah lebih menghabiskan waktu dan tidak simple. Jadi sebaiknya saran saya, lakukan sendiri secara online. Hanya butuh satu minggu saja kok.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat ^_^